Sejak awal aku tak pernah sanggup mendeskripsikan apa yang sedang
keadaan suguhkan saat ini. Saat di mana aku dituntut untuk merasakan sesuatu
yang dulu pun pernah membayangi hari-hariku. Aku bingung. Apa aku musti bahagia
karena hal ini?, atau malah harus bersedih karenanya?. Apa ini
menguntungkanku?, atau justru malah merugikanku?.
Aku tak pernah menyalahkan diriku, hatiku, kamu, atau pun keadaan.
Aku menyukaimu tanpa syarat apa pun. Aku menyukaimu melewati proses yang
panjang. Sampai akhirnya aku ( harus) mengerti. Bahwa menyukaimu bukanlah hal
yang gampang. Bukan sekedar bermain rasa, mata, atau perilaku. Bahkan secuil
huruf pun terlalu sulit untuk menjabarkannya lebih lagi.
Aku sempat berfikir. Apakah rasa ku ini sebuah dosa?. Karena, aku
takut. Takut, jika akan lebih banyak lagi orang yang tau tentang rasaku. Takut,
jika kamu tau tentang rasaku ini. Lantas menjauhiku pergi. Semakin hari rasa
takutku ini seolah menjerat nyaliku lebih erat. Membuatku semakin ciut
dibuatnya.
Entah, apakah aku yang memang memiliki kepekaan terlalu kuat, atau
memang ini hanya sebatas kecemasanku. Cemas saat aku mulai menyadari bahwa tak
hanya hatiku yang tau bahwa " aku benar-benar menyukaimu", atau saat
aku mulai tau bahwa dirimu pun tau apa yang sedang terjadi ini.
Aku malu . Malu saat harus dipertemukan oleh
waktu dengan tatapanmu. Dengan dialog kita, yang memaksaku menata setiap frasa
yang keluar dari celotehku, berharap : inilah jawaban benar ! yang pantas untuk
mensejajarkan kelas pembicaraan kita setiap waktu. Mendikte setiap lakuku.
Membatasi kubus gerakku. Semakin ciut, dan mulai menekanku perlahan.
Kamu, membuatku tau arti
" suka" dan " cinta" yang sering orang-orang koarkan dengan
bangga itu. Aku bahkan mengerti kamu, melebihi dirimu sendiri. Dan dia, yang
mengajariku arti kesungguhan. Aku tidak pernah menyesal dengan keadaan ini.
Bahkan aku tidak pernah berangan untuk melangkah maju, atau pun mundur saat
ini. Karna aku tau, di titik inilah justru aku mendapat kebahagyaanku. Bahagya
melihat kamu dengan kesungguhanmu itu. Bahagya
karna dia adalah orang yang benar-benar pantas untukmu. Bahagya karna
kisah kalyan. Kisahku dan kamu. Kisah ini yang belum berpihak padaku.
Sekarang aku semakin mengerti,
menyukaimu adalah sebuah anugrah yang juga aku anggap sebuah dosa.
Indah, menyenangkan, basah, dan cemas...
Kamu, aku dan dosa ini tidak akan pernah berakhir sampai kapan
pun...
:')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar